Rabu, 06 April 2011

Kisah Sang Polisi Berlanjut

Kisah Sang Polisi Briptu Norman Kamaru,  berlanjut. Juru bicara Polda Gorontalo, Ajun Komisaris Besar Wilson Damanik, Senin (4/4), mengatakan tindakan Norman ternilai tak etis karena dua hal: Norman tengah menggunakan seragam, dan aksinya dilakukan saat tugas. Polisi, kata Wilson, juga akan mengusut bagaimana video itu bisa menyebar di YouTube. Namun sebaliknya di lingkungan publik kini makin banyak perbincangan tentang kreatifitas polisi muda ini, komentarpun bermunculan diberbagai media, simak infonya melalui link berikut http://id.news.search.yahoo.com/search?p=norman+kamaru&fr=sfp&sort=time

Anggota Satuan Brigade Mobile Polda Gorontalo, walau mendapat dukungan dari berbagai pihak, supaya sang polisi tidak dihukum oleh satuannya. Tetapi akhirnya Norman Kamaru sudah mendapatkan "hukuman" juga. Tampaknya hukumannya tergolong unik, Norman dihukum bernyanyi didepan teman-teman satuannya. Peristiwa ini menambah berkah bagi Norman, sang polisi jadi makin terkenal, lihat peristiwa hukuman ini melalui youtube berikut http://www.youtube.com/watch?v=luV7jsG-Tyc

Kisah Norman ini benar-benar unik, kisah citra baru polisi Indonesia, kini ada gerakan pendukung norman didunia maya atau facebook. Liputan6.com memberitakan, Rabu 6/4/2011 : “Setelah heboh kemunculan Briptu Norman Kamaru yang berjoget lagu India, muncul gerakan "Satu Juta Mendukung Briptu Norman Kamaru" di situs jejaring sosial Facebook. Hingga Rabu (6/4) siang, pendukung grup ini telah mencapai 16 ribu orang lebih. Tak ayal, gerakan ini dipicu desas-desus bahwa pihak Polri berencana menghukum Norman. Bintara itu sempat dianggap mencederai citra Polri karena menari dengan pakaian dinas, direkam video, lalu beredar di Youtube. Saat ini ketika tulisan ini diupload, grup pendukung Norman di situs jejaring tsb, sudah ada sekitar 17.718 anggota facebooker mendukung Norman. Inilah group facebook tersebut http://www.facebook.com/home.php#!/pages/Satu-Juta-Mendukung-BRIPTU-NORMAN-KAMARU/206284199390561

Selanjutnya Liputan6.com menyatakan : “Nyaris semua bersuara positif untuk Norman. Pemilik akun Facebook Irma Satia, misalnya, menulis di wall grup ini, "Ketika banyak kasus pelanggaran oleh oknum polri..ketika banyak anggota polisi diadukan oleh masyarakat...Aksi norman ini memperbaiki CITRA POLISI DI MATA MASYARAKAT...Norman mestinya diberi reward bukan punishment..disiplin itu bukan disiplin mati, Ndan." Simak juga suara pemilik akun Facebook Tzu Prei Benthet Damai yang bilang, "Lha, Presiden SBY aja boleh nyanyi di istana, bahkan bikin album...masa rakyat menghibur diri gk boleh...toh gak ngerugiin instansi dan masyarakat." (liputan6.com).

Angkat jempol buat polisi muda, benar-benar kembali menyejukkan suasana kebersamaan dan kedamaian d Indonesia, ketika kasus Citibank menggoncang negeri ini, bank asing yang merusak kepercayaan masyarakat terhadap peranan bank dalam perekonomian negara, Norman muncul sejenak menghibur masyarakat.  Ulah Norman bernyanyi bukanlah aib tetapi adalah berkah bagi kepolisian. Seandainya yang dinyanyikan Norman bukan lagu Chaiyya…Chaiyya, misalnya Norman menyanyikan lagu Indonesia Raya, dengan berpakaian polisi dan dilakukan di pos jaga polisi tersebut, dengan gaya dan mimik seorang penyanyi  top, tentu cerita lain, entahlah….

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

VIDEO: Brutal, Puluhan Sepeda Diterjang Mobil

VIVAnews - Acara sepeda santai yang digelar 'Critical Mass' di Porto Alegre, Brasil, pada penghujung Februari 2011 kemarin, berubah jadi tragedi.

Puluhan pesepeda bergelimpangan di jalan akibat ulah pengendara mobil, Ricardo Jose Neis.

Saat itu sekitar 130 pesepeda tengah melintas di jalan raya. Mereka baru saja memulai aktivitas ramah lingkungan sesuai misi Critical Mass.

Saat tengah asyik bersepeda, tiba-tiba saja Neis yang mengendarai mobil VW-nya menerjang mereka dari belakang dengan kecepatan tinggi.

Puluhan pesepeda bergelimpangan di jalan akibat ulah pengendara mobil, Ricardo Jose Neis.

Sekitar 20 pesepeda jadi korban. Mereka terpental, bergelimpangan di jalan. Bahkan tidak sedikit di antara mereka tersangkut di kap mobil Neis berikut sepedanya. Para korban mengalami luka ringan maupun berat. Jerit tangis dan teriakan langsung membahana di jalan. Neis pun diamankan polisi.

Sekadar diketahui Critical Mass adalah sebuah acara bersepeda yang biasanya digelar pada hari Jumat terakhir setiap bulan, di lebih dari 300 kota di seluruh dunia.

Saksikan video brutal Neis di sini.

sumber : • VIVAnews http://dunia.vivanews.com/news/read/207196-video--brutal--puluhan-sepeda-diterjang-mobil


Video Tragedi Sepeda di Brazil